A.    JUDUL PROGRAM

PELATIHAN PEMBUATAN MANISAN SWEET CHAYOTE SEBAGAI MAKANAN KHAS DESA KEBONAGUNG YANG BERKHASIAT TINGGI DAN BERNILAI EKONOMIS

B.     LATAR BELAKANG MASALAH

Kemiskinan telah menjadi salah satu  masalah yang memiliki kadar kompleksitas yang tinggi, menyangkut dimensi sosial, politik dan ekonomi.

Tidak heran jika pemerintah menyatakan perlunya kontribusi berbagai pihak dalam upaya bersama untuk mengurangi angka kemiskinan. Indonesia secara garis besar telah berhasil menjadi salah satu negara berkembang berpenghasilan menengah.

Salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan  adalah dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mampu dirasakan rakyat miskin. Rakyat miskin yang hidup di daerah pedesaan, sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Untuk mencukupi kebutuhan haraian mereka hanya mengandalkan hasil panen yang diperoleh. Padahal, ketika panen raya tiba hasil panen yang diperoleh seringkali memilki nilai jual yang sangat rendah di pasaran, sehingga antara pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh menjadi tidak seimbang. Hal inilah yang memicu terjadinya kemiskinan yang terus-menerus melanda masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu diperlukan strategi untuk memecahkan masalah ini, antara lain dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk dijadikan produk ekonomis yang bernilai tinggi.

Desa kebonagung Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang merupakan salah satu dusun dari lima dusun dalam wilayah desa Kebonagung, dengan jumlah penduduk pada tahun 2009-2010 adalah 2796 jiwa yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Dari jumlah tersebut yang masih tergolong masyarakat miskin adalah sejumlah 193 kepala keluarga. Untuk mencukupi kebutuhan harian, masyarakat hanya mengandalkan hasil panen yang diperoleh dari sawah tegalan, salah satu hasil panen terbesar desa Kebonagung  adalah labu siam (Chayote).

Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus. Di Indonesia labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Sedangkan spellingnya dalam bahasa Inggris adalah chayote. Daging buahnya terdiri atas 90 persen air, 7,5 persen karbohidrat, 1 persen protein, 0,6 persen serat, 0,2 persen abu dan 0,1 persen lemak. Juga mengandung sekitar 20 mg kalsium, 25 mg fosfor, 100 mg kalium, 0,3 mg zat besi, 2 mg natrium, serta beberapa zat kimia yang berkhasiat obat. Air labu siam memiliki efek diuretic yang baik, sehingga melancarkan buang air kecil. Dengan begitu, kelebihan asam urat bisa segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Selain untuk menurunkan lemak darah (Kolesterol dan trigliserida), beberapa pakar kesehatan dan gizi juga menyatakan bahwa labu dapat mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan panas, diabetes, asam urat, kencing manis, gusi berdarah, menghilangkan garis hitam pada tumit dan memperlancar proses pencernaan.

Masyarakat desa Kebonagung mampu menghasilkan labu siam antara 5 sampai 10 ton setiap satu minggu. Tanaman tersebut mampu bertahan hidup dan menghasilkan labu siam antara delapan bulan hingga satu tahun lamanya. Namun demikian, labu siam tersebut terjual dengan harga yang sangat murah. Pada bulan September 2010 harga perkilonya hanya Rp 200,00. Sedangkan masyarakat hanya memanfaatkannya sebagai sayuran untuk dikonsumsi sendiri, selebihnya dijual di pasar. Oleh sebab itu, kami selaku Tim Pengabdian masyarakat berinisiatif  memanfaatkan labu siam untuk dijadikan  manisan yang berkhasiat tinggi dan bernilai ekonomis, sehingga mampu meningkatkan penghasilan masyarakat desa Kebonagung dan mampu membantu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Sasaran dari program ini yaitu masyarakat miskin desa Kebonagung yang sudah tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Masyarakat Miskin “Taruna Sayur”. Nama program yang akan kami laksanakan adalah “Pelatihan Pembuatan Manisan Sweet Chayote sebagai Makanan Khas Desa Kebonagung yang Berkhasiat Tinggi dan Bernilai Ekonomis”. Sweet Chayote diambil dari bahasa Inggris, sweet  berarti manis dan chayote berarti labu siam. Jadi Sweet Chayote maksudnya adalah manisan labu siam.

About maryaqibtiy

I'm a girl. I had never been to school in Semarang State University majoring in mathematics S1. Currently, I work at Al Madina Islamic elementary school , as a math teacher..

2 responses »

  1. bolang mengatakan:

    cara buatnya bagaimana ya gan

  2. maryaqibtiy mengatakan:

    gampang… hampir sama seperti bikin manisan biasa,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s