Duhan rembulan,,

Aku ingat malam itu engkau menghiasi hamparan langit dengan sinar perakmu yang cantik dan menawan.

Aku ingat bintang-bintang ikut tersenyum manis menyemarakkan kilaumu.

Aku ingat, angin begitu anggun menyentuh bunga-bunga bermekaran serta dedaunan dengan penuh kelembutan.

Aku ingat, awan hitam secepat kilat melebur bersama kedamaian yang engkau tebarkan setulus hati.

Aku ingat… sungguh aku ingat itu, duhai rembulan.

Aku masih ingat…

Dan tahukah engkau, rembulan….??

Saat itu hatiku dalam jerit tangis menahan perih tiada tertahan.

Saat itu  mutiara dari balik binar mata berjatuhan membasahi malam.

Saat itu pula aku masih mampu tersenyum karena keanggunanmu, duhai rembulan…..

Engkau datang bagai cahaya yang menyinari kegelapan hati.

Engkau penerang saat hatiku tersesat dalam jurang kehampaan.

Aku masih ingat… sungguh aku masih ingat.

Hingga malam terus berganti, engkau masih setia menemani malamku yang penuh misteri.

Engkau setia menyanding bersama deretan do’a-do’a panjangku dalam sepi.

Engkau tak lelah terus menyelimuti pekat hari dalam lantunan sejuta harap dan do’a yang membasahi mulut ini.

¥ai

Namun rembulan, kenapa kini engkau tiadalah menampakkan diri.

Mega-mega hitam itupun hadir kembali tanpa permisi.

Hentakan angin menghadirkan deru dalam sunyi hati.

Seolah tak ada lagi kedamaian yang mengajakmu meniti pekat hingga ujung pagi.

Kemanakah engkau bersembunyi…

Haruskah aku melebur dalam pekat hingga tak mengharapkanmu kembali.

Ataukah kupaksakan berlari mencari bintang yang entah tak bersinar lagi.

Aku sepi…

Rembulan, apakah engkau tega membiarkan air mata ini terus menitik dari senja hingga pagi, setiap hari..

tears

Apakah engkau rela aku merana menahan sakit yang berderet tak hingga ini…

Rabbi, titipkanlah kerelaan dalam kalbu dan jiwa ini.

Ringankanlah kaki untuk melangkah meraih perbaikan diri.

Tepikanlah pahit yang meracuni samudra hati.

Aku ingin datang pada-Mu dengan penuh kesucian diri.

Aku telah terbius keindahan yang hanya sekedip mata namun menoreh luka tak bertepi.

Aku telah terlena kilauan yang hanya meracuni setiap nafas dan detak nada nadi ini.

33

Rabbi, pada-Mu aku kembali….

About maryaqibtiy

I'm a girl. I had never been to school in Semarang State University majoring in mathematics S1. Currently, I work at Al Madina Islamic elementary school , as a math teacher..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s