Alhamdulillah. Segala puji bagi-Mu Ya Allah. Atas segala nikmat yang tiada terhitung, tiada terbilang. Hari ini masih Engkau berikan nafas yang berhiaskan iman dan Islam. Hari ini pula masih Engkau limpahkan berjuta nikmat sehat yang tak terbilang. Atas Kemahabesaran-Mu, aku masih mampu menapaki bumi yang indah ini. Atas Kemahaagungan-Mu, aku masih dikaruniai pikiran dan perasaan yang luar biasa hebatnya. Meskipun, tak jarang keluh kesah menghampiri. Tak jarang pula rasa syukur datang dan pergi.

Allahku… Dalam hati aku selalu bertanya, bilamana aku tak lagi bersua dengan dunia. Bilamana umurku habis ditelan masa tak bersisa. Hanya jerit tangis dalam hati yang mampu bersuara. Namun, sesal sedikit saja mampir menyapa, tanpa meninggalkan perubahan dan perbaikan menuju jalan yang semestinya. Sedang diri ini sadar betul akan dosa yang kian hari kian menumpuk menggunung. Hati ini yang kian lama kian gersang akibat jutaan kemaksiatan seolah telah menjadi menu harian yang begitu nikmatnya disantap tanpa ada sedikitpun perasaan bersalah di dalamnya. Hati yang selalu lena dengan gemilaunya dunia yang menawarkan berjuta keindahan yang tak berkesudahan. Hati yang tak pernah berhenti untuk terus mengejar segalanya yang bersifat fana. Hati yang diwarnai dengan beruntai-untai perasaan penuh warna cinta yang menyilaukan. Cinta yang sementara. Cinta pada dunia. Cinta pada manusia. Cinta yang hanya permainan belaka. Cinta yang tak semestinya. Cinta yang membutakan pandangan mata, mentulikan pendengaran telinga, dan membisukan mulut ini untuk senantiasa menebarkan kebaikan dan melantunkan dzikir yang selayaknya. Cinta yang telah membunuh waktu dengan sadisnya. Cinta yang telah membuat hati mengeras sekeras-kerasnya. Cinta yang telah membuat hati lupa akan Rabb Sang Pemilik Sejatinya Cinta.

Oh…. cinta. Seandainya engkau berjalan sebagaimana mestinya, tentu kegalauan ini tak melanda. Seandainya engkau bertahta pada singgasana yang selayaknya, pasti kegamangan ini ta menyapa. Seadainya engkau menyusup dalam jiwa dengan jalan yang sesuai dengan kehendak-Nya, tentu keresahan ini tak membuat hidupku dipenuhi dengan keresahan tiada yang tak berkesudahan. Seandainya engkau adalah cinta sejati yang berselimut cahaya ilahi, tentu engkau akan datang dan menyapa dalam kalam yang suci penuh dengan keridhoan-Nya. Namun, kapankah cinta sejatiku membuaka tirainya dan menyapaku dengan segera…

Betapa banyak pasang mata yang kupandang begitu indahnya. Bergandengan dan bermesraan dalam jalinan ukhuwah yang dihalalkan. Betapa banyak pasangan menari-nari tersenyum indah menawarkan sejuta kebahagiaan di depan mata. Sedangkan hati ini semakin teriris karena terlalu lama menantikan saat itu tiba. Betapa banyak pilihan silih berganti datang menghampiri, namun hati ini tetap membisu dalam ketakutan dan kekhawatiran serta kebimbangan. Betapa oh betapa…

Sungguh mereka memiliki sejuta untaian kata indah namun menusuk. Mudah sekali kalian mengatakannya. Mudah sekali kalian berargumen dengan sekehendah hati. Sedang yang di sini mengalaminya dengan berbagai dilematika dan problematika yang tak sederhana. Seandainya engkau ada pada posisi ini, masihkah engkau berani merangkai kata dengan semena-mena. Oh… Rabbi, limpahkanlah kesabaran dalam hati untuk menjalani penantian yang tak sederhana ini. Aamiin.

                                                                                                                  Semarang, 2 Desember 2014

About maryaqibtiy

I'm a girl. I had never been to school in Semarang State University majoring in mathematics S1. Currently, I work at Al Madina Islamic elementary school , as a math teacher..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s